Kontroversi Tes Keperawanan

Beberapa hari yang lalu muncul berita adanya gagasan untuk melakukan tes keperawanan bagi siswi yang akan memasuki sekolah tingkat SMA sederajat. Hal ini dikabarkan berkaitan dengan maraknya tingkat prostitusi dalam kalangan pelajar. Namun pada akhirnya wacana tes keperawanan ini memang menuai protes dari banyak kalangan karena memang dianggap kurang kerjaan.

Admin sendiri kurang setuju tentang adanya tes keperawanan ini bagi perempuan tingkat pelajar karena berkaitan dengan privasi dan tidak begitu bermanfaat. Jika memang mau dilakukan tes keperawanan, lalu mau diapakan mereka-mereka yang terlanjur (tepatnya terjebak) melakukan hubungan badan diluar nikah? Apakah mau disiksa atau dibunuh? Apakah mau dicemoh habis-habisan? Kemudian apakah yang melakukan tes tersebut bisa mengembalikan keperawanan tersebut?



Ketika keperawanan dipertanyakan, lalu kenapa keperjakaan tidak dipertanyakan? Persoalan ini memang agak timpang karena perempuan disini hanya sebagai objek korban. Jika tes keperawanan ini diberlakukan, akan timbul efek samping bagi mereka yang sudah tidak perawan. Bisa jadi mereka akan melarikan diri atau bahkan bunuh diri karena nantinya akan merasa malu setelah hasil tes keluar.

Kaum Hawa umumnya bersifat lemah sehingga harus lebih pandai menjaga diri. Kaum Adam juga harus berperan sebagai pelengkap untuk menjaga kaum Hawa karena begitulah kita tercipta dibumi ini untuk saling melengkapi dan saling melindungi. Peranan orang tua dan keluarga adalah komponen penting dalam meminimalisir prostitusi yang merebak dikalangan pelajar. Waktu luang, komunikasi dan keharmonisan dalam keluarga juga harus diperhatikan. Orang tua harus bisa menjadi orang yang paling dipercaya oleh anak dalam setiap persoalan yang dihadapinya.

Inilah menurut admin kenapa tes keperawanan ini belum begitu diperlukan. Akan lebih baik jika tes keperawanan ini diganti menjadi tes urine untuk mendeteksi pemakai narkoba. Dengan demikian nantinya para korban yang menjadi pemakai narkoba ini bisa secepatnya dibimbing melalui rehabilitasi agar dapat terbebas dari jeratan narkoba.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Kontroversi Tes Keperawanan"